Aturan Dasar Penulisan Kode PHP yang Harus Anda Kuasai

Seperti bahasa pemprograman lainya PHP memiliki aturan didalam penulisan sintak atau kode program seperti penulisan huruf kecil dan besar, dan bagaimana mengakhiri baris perintah, berikut adalah contoh penulisan sintak pada PHP :

Beberapa aturan dasar penulisan kode PHP ini yang harus anda kuasai, sehingga nantinya membantu didalam belajar programing web dengan PHP.

Case Sensitivity # 1 : Didalam PHP semua keyword atau perintah echo, class, while, kemudian didalam penamaan fungsi tidak membedakan antara huruf kecil dan besar.

Contoh :

<?php
    Echo “Hello World <br>”;
    echo “Hello World <br>”;
    ECHO “Hello World”;
?>

Baris  perintah (Statement) adalah kumpulan perintah PHP untuk menginstruksikan PHP melakukan sesuatu.

Setiap pada akhir Statement di tutup dengan tanda titik koma / semicolon ( ; ) kemudian perintah selenjutnya pada baris di bawahnya, artinnya setiap baris perintah (Statement) akan di eksekusi oleh PHP dari atas berurutan sampai di bawah.

Tetapi pada penulisan sebuah variabel, PHP akan membedakan  penulisan huruf kecil dan besar artinya (case sensitive), maka dari itu didalam penulisan variabel anda harus perhatikan baik-baik karena sering terjadi eror pada penulisan variabel karena kesalahan menulis variabel

Contoh :

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php
	
	$warna = "merah";
	
	echo "Motor saya warna : $warna <br>";
	echo "Motor saya warna : $Warna <br>";

?>

</body>
</html>

Terlihat hasilnya terdapat error, dimana varibel pada baris ke 10 tidak  terdefinisi, apa yang salah? Yup itu penulisan variabel terdapat huruf besar ($Warna), karena variabel awal menggunakan huruf kecil ($warna) sehingga akan menampilkan error pada baris ke 10.

Maka dari itu disarankan penulisan variabel ditulis dengan huruf kecil semua dan apabila ada spasi tinggal diganti dengan underscore (_)

Baris perintah diatas adalah contoh sederhana dengan perintah (echo).

Penulisan Baris perintah # 2 : Baris Perintah yang menggunakan kurukurawal ( { } ) pada fungsi pengulangan (if else, switch case ) pada baris akhir tidak menggunakan semicolon (;).

Contoh :

<!DOCTYPE html>
<html>
<title>Belajar PHP</title>
<body>

<?php
	$data = 1;
	if ($data == 1) {
		echo "Tampil"; //diakhiri dengan semicolon (;)
	} else {
		echo "Tidak";
	}  //diakhiri tanda kururawal tidak perlu semicolon  
?>

</body>
</html>

Karakter Spasi dan Tab #3 :  Pada umumnya karakter spasi dan tab di abaikan oleh PHP, sehingga kita bisa menulis perintah sekali pada baris pertama, tetapi disarankan setelah akhir penulisan beris perintah di tambah dengan spasi sehingga penulisan menjadi teratur dan rapi sehingga memudahkan kita didalam membaca kembali program yang dibuat.

Contoh 1.

<!DOCTYPE html>
<html>
<title>Belajar PHP</title>
<body>

<?php
	echo "Perintah PHP baris pertama <br>"; echo "Perintah PHP baris kedua";
?>

</body>
</html>

Perintah diatas sama artinya dengan :

Contoh 2.

<!DOCTYPE html>
<html>
<title>Belajar PHP</title>
<body>

<?php
	echo "Perintah PHP baris pertama <br>"; 
	echo "Perintah PHP baris kedua";
?>

</body>
</html>

Disarankan untuk penulisan perintah seperti pada contoh 2 terlihat penulisannya dapat kita membaca program lebih mudah, terlihat rapi dan teratur, sehingga memudahkan apabila nanti kita akan mengembangkan program tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *